Rabu, 10 September 2008

Dalam kesendirian

Beberapa bulan yang lalu....

Aku menangis menatap kosong pusara ibu mertua tercinta. Begitu cepat beliau pergi setelah berjuang melawan penyakit yang tiba-tiba datang tanpa diundang.

Tangisku terus mengalir, diiring setitik penyesalan. Tidak banyak waktuku untuk bercengkrama dengan beliau sejak aku dinikahi oleh putra tercintanya. Ibu yang begitu baik, tidak pernah marah, selalu ingin membuat aku senang. Tapi aku belum bisa memberikan apa-apa untuk beliau.

Selamat jalan Ibu….hanya doa-doa yang bisa aku kirimkan untukmu.


Tidak ada komentar: